BDP UBB DAN PENGEMBANGAN IKAN GABUS DI KJA KOLONG BEKAS TAMBANG

           Jurusan Budidaya Perairan Universitas Bangka Belitung (UBB) sejak tahun 2016 lalu sudah mulai mengembangka ikan gabus. Bibit ikan gabus tangkapan dari alam dibudidayakan dengan sistem Karamba Jaring Apung (KJA) di kolong bekas penambangan timah di areal kampus UBB di Desa Balunijuk Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka. Jurusan BDP punya mimpi, kedepan ikan gabus yang memiliki segudang potensi obat ini akan menjadi komoditi unggulan UBB. Kajian terhadap ikan gabus dari penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, baik dosen dan mahasiswa terus digalakkan. Berlokasi di dalam kampus UBB, areal budidaya ikan ini merupakan tempat dosen dan mahasiswa melakukan praktik sebagai implementasi teori.

            Ikan air tawar dengan nama latin Channa striata ini merupakan jenis ikan yang tidak hanya kaya kandungan protein, namun juga mengandung albumin dalam kadar yang tinggi. Albumin adalah jenis protein yang berfungsi sebagai antioksidan, dan sangat penting dalam proses penyembuhan luka, menjaga kestabilan regulasi cairan dalam tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh, dan membantu proses penyembuhan penyakit seperti hepatitis, infeksi paru, stroke, diabetes dan typhus. Budidaya ikan gabus di kolong bekas tambang dengan sistem KJA merupakan proyek percontohan dosen-dosen BDP dalam upaya pemanfaatan kolong bekas tambang. Kita ketahui bahwa Pulau Bangka menyimpan potensi kolong yang sangat besar. Pengembangan ikan gabus yang bernilai ekonomi tinggi, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

           Pengembangan ikan gabus yang mendapat dukungan besar dari rektorat UBB, merupakan salah satu wujud cita-cita BDP dalam pelestarian ikan lokal Bangka Belitung. Ke depan, tidak hanya cara budidaya ikan gabus, namun pemanfaatan pasca panen ikan gabus juga akan dikaji lebih dalam untuk mendapatkan manfaat sebesar-besarnya dari ikan ini. (Dr. Endang Bidayani-Staff Pengajar Tetap Jurusan Budidaya Perairan, Universitas Bangka Belitung).

photo dosen: