MENUJU BDP SEBAGAI PELESTARI IKAN LOKAL BANGKA BELITUNG

Oleh: Endang Bidayani

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki potensi kolong bekas galian tambang timah cukup besar, yang dapat dimanfaatkan sebagai usaha budidaya ikan. Jika dikelola dengan baik, maka hasil budidaya ikan di kolong akan meningkatkan potensi pendapatan masyarakat.

Tidak ingin menjadi menara gading, Jurusan Budidaya Perairan (BDP) Universitas Bangka Belitung saat ini mulai berbenah guna mengambil peran sebagai agen perubahan dalam upaya pelestarian ikan lokal.

Beberapa jenis ikan lokal yang akan dikembangkan memiliki nilai ekonomi tinggi, dan diminati pasar, diantaranya gabus, baung, dan tepuyu atau betok. Selain itu, jenis ikan hias lainnya juga akan mendapat perhatian, seperti sepat, wild betta, kemuring, kiung dan sebagainya. Ikan-ikan yang “iconic bankanensis, seperti Rasbora bankanensis (Seluang), Chaca bankanensis (Lekok), dan Chana bankanensis (Sulur dengan nama internasional Bangka Snakehead).

Tujuan dari pengembangan ikan-ikan lokal tersebut adalah menjaga kelestarian stok ikan tersebut di alam. Demi mewujudkan hal tersebut, dosen dan mahasiswa akan bahu membahu mengelola hatchery BDP.

Dalam waktu dekat, hatchery akan menyiapkan wadah pemeliharaan. Pemanfaatan kolong menjadi salah satu pilihan pembesaran ikan gabus, dengan sistem jaring apung. Dengan support dana dari universitas, diharapkan kegiatan ini ke depan akan semakin mendorong pengembangan ikan-ikan lokal.

Kegiatan ini juga menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk menjadi entrepreneur di bisnis budidaya, khususnya ikan-ikan lokal, sekaligus mempopulerkan ikan khas Bangka dimata khalayak umum.

Untuk kegiatan praktikum, kegiatan ini juga sangat mendukung untuk menunjang kompetensi mahasiswa dalam bidang pembesaran dan pembenihan ikan. Semoga dengan upaya ini hatchery BDP semakin banyak memberi manfaat tidak hanya untuk mahasiswa dan dosen, tetapi masyarakat Bangka Belitung khususnya.

photo dosen: